Kamis, 02 Desember 2010

Yoyakarta: Kota yang Bergerak dan Ditinggalkan

Yoyakarta: Kota yang Bergerak dan Ditinggalkan

Dalam sebuah kebudayaan, perubahan yang terjadi tidak selalu konstan dan dinamis. Yogyakarta yang saat ini mengalami dinamika dan perubahan yang luar biasa. Di tempat tertentu perubahan berjalan dengan sangat teratur, tapi di ruas sebuah jalan, tanpa disadari, tiba-tiba saja menjadi tempat yang begitu padat dan ramai. Di bagian lain dari sebuah kota tiba-tiba menjadi tempat yang ditinggalkan dan lengang.

Ada banyak hal yang menyebabkan hal tersebut. Yogyakarta sebagai kota pelajar sekaligus kota tujuan wisata mengalami dinamika yang cukup menarik. Dalam 2-3 tahun belakangan, jalanan menjadi padat-merayap. Aneka kendaraan pribadi dengan plat yang beragam bermunculan. Mungkin sangat kontras dengan Yogyakarta sebelum gempa bumi.

Tidak ada yang terjadi dalam seketika. Tapi sebagian dari kita mungkin tetap merasa ada yang aneh dan seperti tidak disadari. Apalagi bagi mereka yang dulu pernah tinggal di kota ini.

Sebuah peristiwa besar yang terjadi akan memberikan dampak bagi masyarakat. Dari sebuah momen sederhana, kadangkala akan menghasilkan perubahan sosial yang sangat luar biasa. Yogyakarta, pada Mei 2006 yang lalu mengalami sebuah peristiwa besar yakni gempa bumi. Perubahan bergerak dari sini. Tak hanya Yogyakarta, Aceh yang mengalami peristiwa serupa saat ini mengalami perubahan sosial yang cukup pesat dan (nyaris) tak terkendali. Mungkin akan demikian yang dialami Padang dan kota lainnya sebagai resiko pembangunan.

Dampak yang sangat terasa di Yogyakarta saat ini adalah menghilangnya dan padatnya jalanan oleh kendaraan pribadi. Pasca gempa, sebagai usaha rekonsiliasi, kredit-kredit motor bermunculan dengan alasan membantu masyarakat merupakan salah satu alasan terjadinya mobilisasi besar-besaran dalam gaya hidup masyarakat.

Kota yang terbentuk
Kita bisa menyebut munculnya Ambarukmo Plaza sebagai peristiwa pertama yang membuat Jalan Solo dan Adisucipto mengalami macet serta munculnya tradisi shopping ke mall. Sebelum ini, sudah ada beberapa mall di Yogya, tapi tidak terlalu membentuk sebuah karakter khas bagi masyarakat. Kalau pun ada, mungkin hanya bagi kalangan anak muda.

Contoh lain adalah warung kopi Blandongan yang merupakan representasi dari tradisi masyarakat kita, yakni kumpul-kumpul. Jika dulu ada angkringan yang merupakan ruang lain komunikasi antar warga dan terutama mahasiswa, selain di kampus tentu saja, saat ini, tradisi itu berpindah ke warung-warung kopi. Blandongan sebagai gerbang pertama tradisi ngopi-ngopi tersebut kemudian membuka peluang baru dalam berbisnis. Ruang diskusi pun berpindah ke warung-warung kopi yang saat ini tersebar di berbagai tempat. Tradisi baru telah terbentuk, sebuah ruang baru telah terbuka, peluang usaha sedang berkembang. Hal ini tentu tidak pula bisa dilepaskan dari peran kampus, terutama universitas negeri, yang menutup akses kumpul-kumpul mahasiswa yang biasanya dilakukan di malam hari.

Seperti dikomando, ruang baru ini menawarkan sensasi baru. Setelah Blandongan muncul warung kopi lain seperti Mato dan kopi shop yang terasa lebih ‘berkelas’. Lihatlah di sepanjang jalan Nologaten dan daerah di sekitarnya hingga Selokan Mataram bertebaran warung kopi dan café. Terlepas dari kekhasan masing-masing, ruang-ruang tersebut telah membentuk sebuah tradisi baru anak muda, dan terutama mahasiswa, yakni tradisi oral. Tradisi membaca, secara tidak langsung mulai ditinggalkan. Sebuah komunitas telah terbentuk, sebuah ruas jalan telah resmi menyandang identitas baru.

Ruang-ruang yang dulu terabaikan saat ini pun dimanfaatkan, boleh jadi oleh pelaku bisnis maupun masyarakat sendiri. Lihatlah di malam hari Monumen Tugu, Kawasan Nol Kilometer dan Kantor Pos Besar, Kali Code, jembatan-jembatan di sepanjang kali code, kita akan melihat bahwa ruang publik tidak lagi sebatas Malioboro dan Jalan Mataram. Atau jika kita mau melongkok daerah Timoho, akan terlihat pergerakan sebuah tempat sedang dan akan terus berlangsung.

Kawasan yang mengalami perubahan yang cukup ideal mungkin adalah sepanjang Jalan Afandi atau Jalan Gejayan. Di wilayah ini, tawaran konsumsi lebih lengkap dan terlihat sangat mapan. Pada akhirnya, harapan final perkembangan sebuah kawasan mungkin bisa berkaca pada tempat ini. Karena jika timpang, tempat-tempat yang saat ini ramai (terutama) oleh warung kopi, kelak akan mengalami ‘kutukan’ kota yang ditinggalkan.

Tradisi baru juga terlihat dengan banyaknya lapangan futsal yang tersebar di berbagai kawasan. Bisnis warung internet yang buka 24 jam juga mengalami perkembangan yang luar biasa. Warnet pun mengalami perkembangan sebagai tempat menginap, lengkap pula dnegan beragam fasilitas dan ruang yang sangat privasi dan kamar VIP.

Kota yang ditinggalkan
Marilah kita melihat jalan Parangtritis yang dulu memiliki kampus STIEKER. Kita bisa merasakan aura lengang di sepanjang kawasan ini pasca dibongkarnya kampus tersebut. Wilayah ini telah menjadi daerah yang ditinggalkan.

Atau jika kita lebih ke selatan lagi, kawasan Kampus ISI seperti tidak mengalami dinamika apa pun dibandingkan Yogyakarta atau Sleman. Hal itu hampir sama bisa dirasakan di Kotagede yang statusnya tetap saja sebagai sebuah kota lama dan sekaligus kota yang ditinggalkan. Begitu pula dengan kawasan Bundaran UGM yang dulu juga merupakan sentral dan tempat kumpul-kumpul mahasiswa, kini kian sepi dan terabaikan. Ini juga merembas di sepanjang jalan C. Simanjuntak dan Cik Ditiro dan Terban serta kawasan Shopping yang masih bertahan dengan tersengal-sengal. Hal serupa kita bisa rasakan di sepanjang jalan Glagahsari dan Jalan Kusumanegara dan merembas hingga jalan Pramuka. Apalagi jika kita melewati Kota Baru, Lempuyangan dan sekitar kampus UKDW.

Selain itu, sadar atau tidak kita akan kesulitan menemukan angkringan sebagai ikon khas belanja murah di hampir seluruh kawasan Yogyakarta dan daerah sekitar kampus. Warung kopi, Burjo, telah menggantikan posisi itu. Tradisi belanja yang dulu sangat sederhana (kita mungkin pernah akrab dengan Mirota Kampus) saat ini mengalami pergerakan yang sama. Hampir di setiap ruas jalan diisi minimarket 24 jam yang berebut pasar.

Demikianlah, sebuah kota sedang berbenah diri. Sebagaimana siklus alam, setiap ada hal baru, selalu ada yang ditinggalkan. Hal baru nyaris membunuh yang lama. Jika sudah begitu kita hanya menunggu dan berharap ada penataan lebih serius dari yang berkepentingan. Karena memang selayaknya ada penataan, terutama di ruas-ruas jalan.

Dalam hujan, Sajak


Dalam Hujan

aku kehilangan selera pada apa pun
hujan yang lewat di sepanjang musim
menghanyutkan banyak peristiwa sekaligus. malam ini

aku mungkin akan menangis
setelah kehilangan demi kehilangan
terus menguntitku. atau tidak sama sekali
tak ada yang bisa kumiliki saat ini

rasanya aku tak perlu lagi mengingatmu
atau membiarkan ingatan singkat bermain bersamamu;
sore hujan, jalanan basah, lantai licin,
kamar yang setiap pintunya tertutup rapat,
seprai yang dijemur di tengah hujan

mungkin aku akan tetap bersamamu
tanpa menyertakan hati

mungkin juga aku akan pergi darimu
sebab terkadang mata memiliki dendam
dan hati diliputi rasa curiga

tetapi malam ini aku ingin mengenangmu sekedarnya
menyaksikan hujan membakar seprai
dari ranjangku yang kusut-masai

jumat malam, berubah menjadi piala


Jum’at Malam yang Tersesat

jumat malam, tanggal pada kalender bulan mei
yang melahirkan aku untuk kesembilan belas kalinya
lantas kaku menjadi pintu

jumat malam, adakah itu engkau yang
mengetukku diamdiam
dan aku terjaga di mimpi indah yang belum rampung
tak ada percakapan hangat dan menjawab
hanyalah ceceran tiket pertunjukkanmu
menjelma apa saja
menempel di mana saja
juga dihatiku yang tapa

jumat malam, berubah menjadi piala
dan terukir namaku di antaranya
kau kupeluk dengan debaran yang sama rasa
ketika kau mengetukku diamdiam

tapi ada yang ingin kubincangkan,
jumat malam
aku telah tersesat
di peta garis tanganmu
maka biarkan aku membuang
isyaratisyarat itu
di luar pintu.

Bertualang Disebalik Candi Yang Sisa

Bertualang Disebalik Candi Yang Sisa


Ketika lanskap kota jogja berwarna kemerahan, kami rasa saat itu adalah waktu yang tepat untuk berjalan menulusuri candi prabanan yang runtuh ketika gempa 5,9 SR menghantam kota jogja 27 Mei 2008 silam. Lalu kami membangun bayang-bayang tentang perasaan Prono Citro yang ikut hancur bersamaan puing-puing batu candi Prambanan. Persembahan untuk Roro Jonggrang yang ia kasihi tak abadi. Namun sebelum kesanapun, kami harus menunggu Trans Jogja dibatas kota Yogyakarta dan Sleman. Dengan membayar Rp.3000, 00 perorang kami bisa diantar tepat didepan candi Prambanan, perlintasan paling ujung yang dilewati Trans Jogja tersebut.

Begitu sampai disana nampaknya hanya ada sedikit pengunjung saja, padahal hari itu adalah hari minggu. Yang ada hanya sebuah bus, beberapa kendaraan pribadi. Juga nampak beberapa pasangan muda-mudi yang memadu cinta dibawah rindang pohonan. Tanpa peduli tentang mitos pasangan yang datang kesana, akan putus tali asmaranya karena konon silelaki akan tersihir kecantikan Roro Joggrang dan ketika melihat kekasihnya setelah menatapi paras Roro Jonggrang yang rupawan dan tubuhnya yang sempurna maka silelaki tidak tertarik lagi pada kekasihnya.

Matahari nampak menyambut ketika kami sampai, separuh badannya bersembunyi diawan dan lainnya mengintip disebalik candi. Lalu dari lubang-lubang candi yang dalam tahap penyusunan kembali bebatuannya, sinar matahari menyorot kami. Karena gempa 2 tahun silam itu petualangan kami tidak terlalu terpuaskan. Beberapa candi yang sudah berbentuk seperti sedia kala- sudah selesai dipugar- dilarang didekati secara langsung kami hanya bisa menikmati yang sisa itu dengan naik sebuah tangga yang diberi papan diatasnya dari atas kami bisa menyapu seluruh pemandangan. Atau kalau kalau gardu pandang tersebut sudah dipenuhi orang maka dengan rela hanya melihat candi tersebut dari sebalik pagar saja. Tak ada yang berani nekat masuk mendekati candi meski pagar yang dibuat hanya sebatas pinggang orang dewasa sebab susunan bebatuan itu masih ditopang besi yang sangat besar disekitarnya, menjulan hingga melebihi pucuk candi. Truk serta beberapa Bego diparkir didalam kawasan candi, menandakan sedang berlangsungnya proyek pembangunan yang sedang diliburkan.

Lalu setelah puas berjalan menulusuri komplek Pramabanan, tenyata ada pengobat kecewa karena disebelah utara komplek tersebut terdapat sebuah candi yang saya pikir saat gemba yang lalu candi yang tidak terlalu besar tersebut tidak hancur. Kami yang penasaranpun menaiki tiap anak tangganya dan betapa terkejutnya kami ketika melihat ruangan dicandi tersebut dari sebalik jeruji pentup, ternyata candi tersebut hanya berukuran sekitar sebuah kamar kos yang sempit. Dan dari sana kami baru tahu betapa pembangunan candi tersebut diiringi selera artistik yang sangat tinggi sampai-sampai untuk membangun sebuah ruangan kecil harus dilengkapi sepasang tangga yang berada dipintu depan dan belakang, serta atap yang tinggi serta ukir-ukiran disetiap batu yang menempel. Benar-benar dari sebuah bangunan tersebut kami bisa menyimpulkan banyak kejadian yang menyertainya.

Didekat pohon ketapang yang banyak menggugurkan buah dan daunnya kami melepas lelah, meminum sirup serta beberapa potong roti yang sengaja kami siapkan dari rumah. Mata kamipun menatap pemandang yang tergelar untuk kami. Lautan batu, berserakan mungkin belum ditemukan mana pasangan yang tepat untuk digabung-gabungkan. Banyak diantara batu itu yang bertuliskan nomor kode batu yang dicat dengan warna merah. Bayangan kami batu tersebut adalah yang sebentar lagi akan disatukan dengan pasangannya yang sudah lama tidak bertemu. Oya, dicandi yang sudah dibangunpun kadang belum lengkap reliefnya. Hal itu kami ketahui dari belum lengkapnya beberapa tekstur wajah ataupun kejadian yang bercerita didinding candi tersebut. Kerumitan ini disebabkan karena relief tersebut bisa dilambangkan sebagai puzzle. Bahkan hanya untuk menggambarkan wajah, dibagi menjadi empat bagian tatahan

Karena adzan magrib sudah hampir mendekati serta candi sudah akan tutup kamipun keluar dari komplek Candi Prambanan.Dipintu keluar kami dihadang banyak pedagang asongan. Mereka menawarkan banyak miniatur Prambanan dengan berbagai fungsi, misalnya asbak, gantungan kunci hingga baju bergambar Prambanan. Semua didapat dengan harga relatif murah, untuk sebuah asbak kita hanya perlu merogoh kocek Rp.5000,00 sedang untuk sebuah gantungan kunci dihargai Rp.1000,00 saja. Sungguh tak semurah kenangan yang ditinggalkan setelah berkunjung kesana. Ternyata semakin mendekati pintu keluar masih banyak yang ditawarkan selain keeksotisan Candi Prambanan mulai dari kereta mini yang biasanya dioperasikan siang hari agar kita lebih mudah berputar melihat pemandangan, juga diisediakan pula sebuah café dengan menu-menu lokal, khas Yogyakarta dan Klaten. Juga kita dapat berkejaran dengan sepasukan kijang yang dengan liarnya bergerobol dan berlari-lari menjauhi pegunjung yang ingin menyentuh mereka. Selain itu untuk memahami cerita yang ada didinding-dinding Candi Prambanan agar lebih jelas lagi kita bisa menikmati Tari Ramayana dipanggung Ramayana terbuka, pada waktu-waktu tertentu.

Sebenarnya kami ingin melihat Tari Ramayana yang sangat terkenal itu secara langsung namun karena kedatangan kami yang tak sesuai jadwal pentas mereka kamipun menyimpan keinginan kami umtuk waktu lain. Setelah itu dengan banyak pengetahuan baru yang kami dapat dari melihat langsung ataupun membaca keterangan tentang Prambanan yang dijajakkan dengan model buklet fotokopian kamipun pulang. Berjalan beberapa puluh meter dari pintu keluar menuju tempat pemberhentian Trans Jogja. Langit kota Yogyakarta hitam tapi tidak dengan perasaan kami.

semacam perpisahan

semacam perpisahan

Serpih Kenangan

segalanya akan menjadi lebih menyakitkan
saat aku berani menepis sesuatu yang kuanggap firasat
sungguh, tiap yang kuanggap aman
tiap jalan yang tak kuanggap menyimpang
merupakan kelindan labirin
aku menduga, bahwa kamu berfikir aku akan membuat undangundang
pistol dan pisau kusilangkan di pinggang
mengawasimu iniitu
mengingatkan sesuatu yang luput dari jadwal ataupun ingatan
hingga waktu aku tak bertugas sebagaimana biasa
maka anggur ditumpahkan dan kau bersulang

setiap yang berjalan punya kenangan
tapi kenangan tak memilih nasibnya sendiri
hingga bebas menjadi hantu bagi semua hal yang bergerak ke depan.
mengapa berdebar untuk kenangan?
mengapa tak berdebar untuk tangisanku saat mengetahui kau
terlalu maju dari perjanjian?
mungkin, seperti katamu malam ini
kamu tak bisa membayangkan bagaimana kalau kita tak samasama lagi
aku makin punya kesimpulan
kau tak bisa membayangkan kita pisah
bukan sebab ingin memilikiku
tapi karena kau orang yang tak bisa bebas dari rantai kenangan

setiap kamu pulang ke rumah ibumu
menginjak tanah pekarangan
kamu didebarkan oleh kenangan remaja
melihat pohon ceri di mana saat dulu inisial namamu
dan nama kekasih pertamamu tertatih di sana
kenangan juga akan mengganggu saat kau lewat
depan rumah bekas pacarmu yang lain
peristiwaperistiwa itu akan membuatmu mabuk
hatihati ketika membawakannya karena mabuk di depan umum
bisa memperangkapmu jadi tawananku

hidup ke depan dan selalu meninggalkan banyak hal
kamu memperlakukanku dengan cara yang kurang ajar
menarungkan dengan peristiwaperistiwa lama
aku menjadi kelewat biasa—seperti halnya baju, celana, atau tasmu—
yang menempel seadanya
teringat sekilas dan terlupakan lebih lama
kamu mencintaiku dengan banyak kemungkinan
dengan alasanalasan yang kau buat
untuk membuatku paham
bahwa apa yang kamu lakukan sudah benar

Rabu, 01 Desember 2010

Sebelum Dibakar, ABG Itu Digilir 4 Sopir Angkot

Sebelum Dibakar, ABG Itu Digilir 4 Sopir Angkot

Banda Haruddin Tanjung - Okezone
ddkpnm.blog.friendster.com (ilustrasi)
PEKANBARU - Aniasa (14) tewas secara mengenaskan dengan cara dibakar hidup-hidup oleh empat mantan pacaranya. Sebelum dibunuh, ternyata gadis yang masih duduk di bangku kelas dua SMP ini diperkosa secara bergiliran.

Fakta itu terungkap dari hasil rekontruksi yang di gelar Polsek Siak Hulu Kampar, Senin (30/8/2010), di lokasi pembunuhan jalan Teropong, Siak Hulu.

"Sebelum membunuh mereka memperkosa korban secara bersama-sama. Mereka sudah mengakui itu," kata Kapolres Kampar AKBP MZ Mutaqin.

Dalam hasil rekontruksi yang diperagakan sebanyak 16 adegan, terlihat bahwa usai berhasil mereka membawa korban ke lokasi para tersangka langsung melucuti pakaian korban yang berparas cantik tersebut.

Dengan tidak memandang belas kasihan, para tersangka mulai memperkosa korban secara bergilir walau korban meronta sekuat tenaga. Usai memperkosa mereka kembali mamakaikan baju korban kemudian mengahajarnya dengan benda tumpul. Setelah itu, korban langsung diikat dan direbahkan.

Kemudian tubuh korban yang tidak berdaya disiram dengan bensin kemudian ditimpa dengan sepeda motornya jenis Yamaha Mio. Setelah itu korban pun dibakar hidup-hidup. Hal ini dilakukan para tersangka yang semua bekerja sebagai sopir angkot karena sakit hati dipermainkan korban.

"Lokasi perkosaan tidak jauh dari lokasi. Para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman mati," tandas Kapolres.

Kasus pembunuhan itu sendiri 24 Juni 2010 malam para tersangka pembunuhan keji itu (18), TS (18), Ag (23) serta RJ (25).

7 Keajaiban Dunia

7 Keajaiban Dunia

Perjumpaan dengan Sahabat Sejati kali ini tentang 7 keajaiban dunia terbaru 2010, Karena Tujuh Keajaiban Dunia ini telah di terbitkan oleh media luar negeri yaitu CNN. Sepertinya Kebanggan dari Bangsa Indonesia yaitu Candi Borobudur tidak lagi masuk dalam kategory tujuh keajaiban dunia. Baiklah silakan di nikmati sajian tentang 7 ( tujuh ) keajaiban dunia di bawah ini:

1. Keajaiban Dunia Grand Canyon

Grand Canyon adalah sebuah jurang tebing-terjal, diukir oleh Sungai Colorado, di utara Arizona. Jurang ini merupakan satu dari Tujuh Keajaiban Dunia dan sebagian besar berada di Taman Nasional Grand Canyon; salah satu taman nasional pertama di Amerika Serikat. Presiden Theodore Roosevelt merupakan salah satu pendukung utama wilayah Grand Canyon, mengunjunginya dalam beberapa kesempatan untuk berburu singa gunung dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

Sahabat Sejati

Jurang ini, diciptakan oleh Sungai Colorado memotong sebuah selat selama jutaan tahun, panjangnya kira-kira 446 km, dengan lebar mulai dari 6 sampai 29 km dan dengan kedalaman lebih dari 1.600 m. Hampir dari 2000 juta tahun sejarah Bumi telah terpotong oleh Sungai Colorado dan anak sungainya lapis demi lapis sedimen ketika Dataran Tinggi Colorado mulai terangkat.

Grand Canyon pertama kali dilihat oleh orang Eropa pada 1540, García López de Cárdenas dari Spanyol. Ekspedisi saintifik pertama ke canyon ini dipimpin oleh Mayor AS John Wesley Powell pada akhir 1870-an. Powell menunjuk ke batuan sedimen yang terbuka di jurang sebagai “daun dalam buku cerita agung”. Namun, jauh sebelum masa itu, wilayah ini telah ditinggali oleh Penduduk Asli Amerika yang membangun tempat tinggal di tembok jurang ini.

2. Keajaiban Dunia Great Barrier Reef/Karang Penghalang Besar

Great Barrier Reef adalah kumpulan terumbu karang terbesar dunia yang terdiri dari kurang lebih 3.000 karang dan 900 pulau, yang membentang sepanjang 2.600 km. Karang ini berlokasi di Laut Koral, lepas pantai Queensland di timur laut Australia. Sebagian besar wilayah karang ini termasuk bagian yang dilindungi oleh Taman Laut Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef Marine Park).

Sahabat Sejati

Karang Penghalang Besar (KPB) dapat dilihat dari luar angkasa dan kadang disebut sebagai organisme tunggal terbesar di dunia. Pada kenyataannya, ia terbentuk dari berjuta organisme kecil, dikenal dengan sebutan polip koral (coral polyp). KPB dipilih sebagai sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1981.

Kekayaan biodiversitasnya, perairannya yang hangat dan jernih, serta keterjangkauannya dari fasilitas terapung yang disebut live aboards, membuat karang ini menjadi tujuan pariwisata yang sangat populer, terutama bagi para penyelam scuba. Banyak kota di sepanjang pesisir pantai Queensland yang menawarkan wisata laut ke karang ini setiap harinya. Beberapa pulau kontinental juga telah berubah fungsi menjadi resor.

3. Keajaiban Dunia Mount Everest

Mount Everest adalah gunung tertinggi di dunia (jika diukur dari paras laut). Rabung puncaknya menandakan perbatasan antara Nepal dan Tibet puncaknya berada di Tibet. Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850 m. Gunung ini mendapatkan nama bahasa Inggrisnya dari nama Sir George Everest. Nama ini diberikan oleh Sir Andrew Waugh, surveyor-general India berkebangsaan Inggris, penerus Everest. Puncak Everest merupakan salah satu dari Tujuh Puncak Utama di dunia.

Sahabat Sejati

4. Keajaiban Dunia Air Terjun Victoria

Air terjun Victoria merupakan salah satu air terjun paling spektakuler di dunia. Air terjun ini terletak di Sungai Zambezi, yang pada saat ini membentuk perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe. Air terjun ini memiliki lebar kira-kira 1 mil (1,6 km), dengan ketinggian 128m (420 kaki).

Sahabat Sejati

David Livingstone, penjelajah Skotlandia, mengunjungi danau ini pada 1855 dan menamakannya atas nama Ratu Victoria, sedangkan nama lokalnya adalah Mosi-oa-Tunya, “asap menggelegar.” Air terjun ini merupakan bagian dari dua taman nasional, Mosi-oa-Tunya National Park di Zambia dan Victoria Falls National Park di Zimbabwe, dan juga Situs Warisan Dunia UNESCO. Air terjun ini merupakan obyek wisata utama di Afrika Selatan.

5. Keajaiban Dunia Northern Lights

Salah satu keajaiban dunia adalah Northern Lights atau dikenal juga dengan istilah Aurora Borealis. Kejaiban cahaya warna-warni ini terbentuk akibat interaksi lapangan magnetik di Bumi dengan partikel matahari.

Sahabat Sejati

6. Keajaiban Dunia Volcano Paricutín

Volcano Paricutín, adalah sebuah gunung berapi yang terdapat di negara bagian Michoacan, Meksiko. Sebelum tahun 1943 gunung berapi ini tidak ada, namun tiba-tiba terdapat aktivitas vulkanik yang mengakibatkan orang-orang di sekitar sana mengungsi, gunung muda itu terus bertambah tinggi, dalam sehari menjadi 50 meter dan saat ini aktivitasnya bisa dikatakan berhenti, dan ketinggian gunung mencapai 336 meter.

Sahabat Sejati

7. Keajaiban Dunia Pelabuhan Rio de Janeiro

Rio de Janeiro (bermakna “Sungai Januari” dalam bahasa Portugis) adalah ibu kota Negara Bagian Rio de Janeiro di Brasil bagian tenggara.Kota ini mempunyai luas sebesar 1.256 km² dan penduduk sekitar 6.150.000 juta jiwa (2004).Sekitar 10 juta orang tinggal di wilayah metropolitan Rio de Janeiro Raya, yang saat ini merupakan kota terbesar keempat di dunia.

Sahabat Sejati

Letak pelabuhan Rio De Janeiro sangat unik yaitu tepat berada di ujung muara sungai antara pertemuan laut dan sungai, selain kota pelabuhan kota tersebut juga mempunyai letak dan pemandangan geografis yang sangat indah, Brazil ditemukan dan dijajah oleh portugis pada tahun 1565 sehingga budaya , bahasa, kebiasaan, juga makanan mengacu kepada negara portugal yaitu karena adanya ikatan bathin antara dua negara tersebut.

Semoga informasi dari Sahabat sejati tentang Tujuh keajaiban dunia terbaru 2010 ini dapat bermanfaat untuk semua, Salam nowGoogle.com adalah Multiple Search Engine Popular.