Kamis, 18 November 2010

“Terpaksa” Ditangguhkan

“Terpaksa” Ditangguhkan

Kutangguhkan dirimu
Demi sesuatu yang teramat perlu
Kuyakin, kau pun tahu
Penangguhanmu akan mengaburkan imaji
Tapi aku harus
Maafkan aku…
Hffhhhhhhhhhhhhh, maaf jika puisiku sedikit hiperbolis atau kalau kata “mereka yang katanya gaul” itu lebay. Tapi memang aku sedang dalam kelebaian. Maksudnya? Apa ya? Entahlah.
Kalau berbicara tentang tangguh, secara harfiahnya mungkin artinya jago ya (maklum lagi ngga punya KBBI, kalau buka kamus kedokteran Dorland ngga ada kata tangguh yang ada tendon). Seperti pejantan tangguh atau apalah itu. Nah, artinya akan jauh berbeda jika ditambahkan dengan imbuhan pe-an atau me-an (wow, serasa guru Bahasa Indonesia saja), penangguhan atau menangguhkan akan berarti penundaan atau menunda.  Ditunda karena sesuatu yang lebih penting tentunya. Bukan karena kemalasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar